Cara Cek IMEI Hp Terdaftar ataupun Tidak di Kemenperin. go. id

  • 2 min read
  • Feb 26, 2020

Kunjungi halaman imei. kemenperin. go. id untuk cara cek nomor IMEI hp ataupun ponsel terdaftar ataupun tidak.

Kemenkominfo membenarkan regulasi pembatasan IMEI berlaku mulai 18 April 2020. Cara cek nomor IMEI terdaftar ataupun tidak juga tak susah untuk mengenali apakah hp ataupun ponsel yang dimiliki terdampak ketentuan tersebut. ketentuan mengenai IMEI telah disahkan pada 18 Oktober 2019 lalu oleh 3 departemen, ialah departemen Kominfo, departemen Perindustrian, dan departemen Perdagangan.

Pemerintah sudah memiliki sistem SIBINA, yang berada di bawah Kemenperin, untuk mengenali IMEI ponsel yang tersebar terdaftar ataupun tidak di Indonesia.

Table Of Content [ Open ]

ketentuan tersebut berfungsi untuk memerangi ponsel ilegal ataupun blackmarket, yang dijual dengan harga lebih murah karena tidak terkena pajak.

Kemenperin selaku pembuat kebijakan, telah merilis web situs khusus untuk mengecek status nomor IMEI ponsel, ialah melalui halaman imei. kemenperin. go. id.

Berikut merupakan cara cek IMEI hp terdaftar ataupun tidak di web situs Kemenperin. go. id: Kunjungi halaman Imei. kemenperin. go. id
Masukkan 14 sampai 16 nomor IMEI yang ada di ponsel
Untuk mengenali nomor IMEI, tekan *#06# dari layar ponsel
Cara mengenali nomor IMEI ponsel yang lain, bisa cek di kardus ataupun stiker yang melekat pada cangkang/bodi belakang
setelah itu tekan tombol search ataupun cari
sehabis itu, akan timbul pemberitahuan, apakah ponsel sudah terdaftar di database Kemenperin ataupun belum

bila nomor IMEI terdaftar, akan timbul notifikasi IMEI terdaftar di database Kemenperin. kebalikannya, apabila tidak terdaftar, bakal nongol pemberitahuan IMEI tidak terdaftar di database Kemenperin. tidak hanya memulihkan kemampuan pajak dari ponsel, ketentuan IMEI juga untuk melindungi masyarakat dari produk ilegal ataupun teknologi yang kandas.

Pihak departemen sedang menyosialisasikan ketentuan ini kepada masyarakat dan dalam ulasan dengan operator seluler ataupun departemen mengenai hak-hak konsumen terkait ketentuan IMEI.

mengutip halaman resmi Kemenperin, ponsel black market yang dibeli sebelum bertepatan pada 17 Agustus 2019, tidak akan langsung diblokir, namun akan diberlakukan masa pakainya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk ponsel yang dibeli dari luar negeri sehabis bertepatan pada 17 Agustus 2019, tetap akan bisa dipakai di Indonesia, sepanjang importasinya mengikuti ketentuan peraturan undang-undang yang berlaku.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *